Forum Sponsor


SCPGSMboxflasher Shuffi Phone Online
Jasa repair handphone dead boot


+ Reply to Thread
Results 1 to 1 of 1

Thread: Penipuan di ATM

  1. #1
    Pak RW
    Zalnabur's Avatar
    Status : Zalnabur is offline
    Join Date : Mar 2008
    Location : Bandung
    Age: 25
    Posts : 67
    Thanks : 1
    Thanked 109 Times in 13 Posts
    Rep Power : 4
    Zalnabur has a spectacular aura about Zalnabur has a spectacular aura about Zalnabur has a spectacular aura about

    Default Penipuan di ATM

    > PENIPUAN DI ATM
    >
    > Peristiwa ini menimpa saya Hari Minggu yang lalu di salah satu ATM Mandiri
    >
    > (sebut saja ATM1). Semoga tidak terulang pada pembaca.
    >
    > Kejadian ini berawal ketika saya mau menarik uang di ATM Mandiri. Seperti
    >
    > kadang-kadang terjadi setelah saya masukkan kartu ATM, layar ATM
    >
    > menyatakan bahwa …..out of service atau ….maaf sementara tidak dapat
    >
    > melayani. Tentu saja saya langsung tekan tombol Cancel untuk membatalkan
    >
    > transaksi. Namun ternyata kartu ATM tidak kunjung keluar walaupun saya
    >
    > ulangi berkali kali dan saya tunggu.
    >
    > Di saat saya berharap kartu ATM segera keluar, tiba-tiba ada seseorang
    >
    > laki-laki (sebut saja Mr X) yang membuka pintu ATM dan tindakan kurang
    >
    > etis ini tentu agak mengejutkan saya. Orang tersebut yang tampil dengan
    >
    > sikap dan wajah innocent (tanpa dosa) dan dengan cukup santai bertanya:
    >
    > Bisa Pak? Kartu saya tadi tertelan pak! Karena merasa senasib, sikap saya
    >
    > berubah dari curiga menjadi welcome. Setelah saya amati, ternyata kartu
    >
    > saya tampak sedikit (kurang lebih satu millimeter) di bibir lobang kartu
    >
    > ATM dan saya berusaha dengan menyelipkan dua kartu tipis untuk menjepit
    >
    > kartu tersebut agar dapat saya keluarkan. Usaha saya itu mendapat respon
    >
    > yang bersahabat dari Mr X dan segera pula ia membantu saya untuk menjepit
    >
    > dengan kertas yang saya gunakan tetapi kartu ATM saya juga tidak berhasil
    >
    > dikeluarkan.
    >
    > Usaha berikutnya dilakukan oleh Mr X dengan menelpon "Bank" (katanya saya
    >
    > telpon bank saja pak, 14000 ya? tanyanya dan tidak saya jawab karena saya
    >
    > konsentrasi dengan usaha saya untuk mengeluarkan kartu ATM). Setelah dia
    >
    > menceritakan apa yang telah terjadi dan salah satu ungkapannya di telepon
    >
    > "kartu saya terganjal oleh bapak setelah saya pak!". Mr X segera
    >
    > menyerahkan HPnya karena pihak "Bank" mau bicara dengan saya. Pihak "Bank"
    >
    > setelah menanyakan beberapa data seperti nama, tanggal lahir, nama ibu
    >
    > kandung segera menuntun saya agar dapat mengeluarkan kartu ATM saya dan
    >
    > tentu saja saya turuti.
    >
    > Tekan tombol di bawah angka 9; tekan tombol di bawah angka 7; tekan pin
    >
    > bapak; tekan ENTER. Keluar tidak pak? Tanyanya. Tidak, jawab saya.. Ok pak
    >
    > saya akan bantu sekali lagi mengeluarkan kartu bapak. Ikuti petunjuk saya
    >
    > tekan tombol di bawah angka 9; tekan tombol di bawah angka 7; tekan pin
    >
    > bapak (pelan-pelan pak) dan saya sempat berpikir mengapa harus pelan?;
    >
    > tekan ENTER. Singkatnya saya menekan PIN saya sampai sekitar tiga kali
    >
    > yang disaksikan oleh Mr. X. Saya tidak sampai hati meminta Mr X keluar
    >
    > dari ruang ATM karena ia telah meminjami HP dan "menolong saya". Adegan
    >
    > ini berarkhir ketika pihak "Bank" tidak berhasil membantu saya dengan
    >
    > mengatakan: Ok pak, karena kartu bapak tidak bisa keluar, KARTU BAPAK SAYA
    >
    > BLOKIR SAJA DAN SAAT INI KARTU BAPAK SUDAH TIDAK BERFUNGSI. Besuk bapak
    >
    > segera ke Bank Mandiri setempat untuk minta terbitkan kartu baru. Karena
    >
    > merasa aman, saya segera tinggalkan ruang ATM dengan mengucapkan terima
    >
    > kasih kepada Mr. X setelah anak saya segera keluar dari mobil, menyusul ke
    >
    > ruang ATM menanyakan apa yang terjadi (kata saya: kartu sudah diblokir,
    >
    > kita pindah ATM lain saja nak).
    >
    > Untungnya saya tidak menaruh semua telor saya dalam satu keranjang. Masih
    >
    > ada keranjang lain tidak peduli ukurannya. Segera saya menuju ATM (sebut
    >
    > saja ATM2) yang lain karena saya sudah ditunggu di salah satu toko untuk
    >
    > suatu transaksi. Sebelum saya (bersama isteri dan anak saya) masuk ke ATM2
    >
    > tiba-tiba SMS banking masuk dan menyatakan rekening saya terdebet Rp
    >
    > 1.500.000,-. Ketika itu saya baru sadar (menurut saya bukan karena
    >
    > hipnotis, tetapi logis) bahwa MR X TADI TERNYATA PENIPU dan pihak "Bank"
    >
    > yang bicara dengan saya adalah anggota sindikatnya.
    >
    > Segera saya menuju ATM1 dengan melanggar lampu merah di perempatan jalan
    >
    > sambil menghampiri Polantas setempat. Sampai di tempat kejadian, tentu
    >
    > saja pelaku sudah kabur dan selama saya menuju kembali ke ATM1, rekening
    >
    > saya selalu terdebet hampir setiap setengah menit Rp 1,5 juta dan
    >
    > berkali-kali. Saya berusaha keras untuk memblokir via 14000 tetapi selalu
    >
    > dijawab oleh mesin penjawab dan setelah sekian lama saya baru bisa bicara
    >
    > dengan operator untuk melakukan pemblokiran. Apa boleh buat saat
    >
    > pemblokiran saldo tinggal tersisa Rp 82 ribu.
    >
    > Setelah dihubungi oleh pihak kepolisian, tidak lama berselang petugas ATM
    >
    > Bank Mandiri datang dan membongkar mesin ATM. Ternyata di dalam ruang
    >
    > kartu masuk telah diselipkan SEBATANG KOREK API yang telah dipotong
    >
    > "pentolan" nya. Kata petuga bank: Inilah pak yang membuat kartu bapak
    >
    > tidak bisa masuk….kejadian ini sudah sekitar satu tahun tapi pelakunya
    >
    > belum juga tertangkap…. Dia (Mr X) bisa mengeluarkan kartu bapak dengan
    >
    > tang/penjepit kecil…..Minggu lalu juga kejadian.
    >
    > Begitu memasuki hari kerja saya laporkan ke Bank Mandiri dan petugas
    >
    > Customer Service menyatakan kasus ini baru pak (wah rupanya pihak bank
    >
    > ketinggalan juga, red) setelah dicek transaksi penarikan (oleh Mr X cs)
    >
    > tiga kali Rp1,5jt; 1xRp500rb; dan karena maksimum penarikan per hari
    >
    > Rp5jt, sisanya dihabiskan untuk belanja kilat (mungkin di toko emas) tentu
    >
    > dengan memalsukan tanda tangan saya. Maaf pembaca, total kehilangan tidak
    >
    > perlu saya beberkan semua, yang jelas tinggal Rp82rb alias habis dalam
    >
    > waktu transaksi 17 menit.
    >
    > KESIMPULAN:
    >
    > 1. Sindikat penipu memilih ATM yang terpencil, bukan yang di kantor bank
    >
    > dan/ atau yang ada security-nya.
    >
    > 2. Mereka memilih hari libur agar nasabah tidak dapat menghubungi bank
    >
    > setempat.
    >
    > TIP AGAR HAL SERUPA TIDAK TERULANG PADA PEMBACA:
    >
    > 1. Gunakan ATM yang ada Bank-nya atau yang dekat security, hindari ATM
    >
    > terpencil walaupun di ATM terpencil kita tidak perlu antre.
    >
    > 2. Jika kartu macet dan tidak bisa keluar dengan usaha sendiri, tinggalkan
    >
    > saja karena orang lain tidak bisa menggunakan tanpa mengetahui PIN-nya dan
    >
    > segera lapor ke bank setempat (tentu pada hari kerja).
    >
    > 3. Pada saat pembaca panik karena jadwal padat, ditunggu dalam waktu
    >
    > singkat, sehingga secara emosional tidak stabil, mungkin juga sedang
    >
    > berantem sebaiknya hindari transaksi menggunakan ATM karena daya analisa
    >
    > menurun dan sangat memungkinkan terjadi kesalahan.
    >
    > 4. (Walau yang keempat ini tidak terkait dengan sub judul di atas)
    >
    > rekening yang ber kartu ATM batasi jumlahnya. Yang lain simpan saja di
    >
    > rekening tanpa kartu ATM dan jika terlanjur diberikan kartu ATM,
    >
    > kembalikan saja ke bank dan bertransaksilah via kasir.
    >
    > Mohon maaf jika pembaca tersita waktunya untuk membaca ulasan peristiwa
    >
    > ini terutama bagi yang telah mendengar peristiwa serupa sebelumnya. Jika
    >
    > kurang bermanfaat bagi pembaca, berikan (forward) info ini kepada rekan
    >
    > yang lain, siapa tahu mereka membutuhkan. Terima kasih.
    >
    > Jika suatu saat info ini sampai kepada Mr. X yang telah menipu saya, saya
    >
    > berpesan carilah uang dengan cara lain karena melalui jerih payah, hasil
    >
    > akan lebih bisa dinikmati. Anda berkualitas dalam mendapatkan uang cepat,
    >
    > namun kualitas hendaknya memenuhi 5 indikator keseimbangan yaitu QCDSM
    >
    > (Quality, Cost, Delivery, Safety, Morale). Anda baik dari sisi Quality
    >
    > (cerdik); anda baik dari sisi Cost (dengan biaya rendah, hanya sebatang
    >
    > korek api); anda baik dari sisi Delivery (dapat uang dalam waktu cepat);
    >
    > tapi dari sisi Safety (anda aman....tapi hanya sementara lho); dan dari
    >
    > sisi Morale (sayang angkanya cuma nol) karena melanggar norma.

  2. # ADS
    Circuit advertisement
    Join Date
    Always
    Location
    Advertising world
    Age
    2010
    Posts
    Many

     

+ Reply to Thread

Visitors found this page by searching for:

cara menipu atm

saldo terdebet

Penipuan di atm

www.pin atm mandiri com

tindakan penipuan pada ATM

saldo mandiri terdebet

cara mengetahui pin atm mandiri

atm mandiri tidak keluar uang saldo terdebit

kode angka tarik uang di atm mandiri

cara mengetahui pin mandiri

penipuan 14000

cara menyelidiki penipuan melalui atm

cara manual mengetahui pin ATM Mandiri

terdebet namun uang tidak keluar ATM mandiri

uang madiri.com penipuan ?

caramenipuatm.com

cara mengeluarkan uang di atm dengan kode angka

que son las qcdsm

mengeluarkan kartu atm

atm mandiri terdebet uang tidak keluar

OTM veiligheid

penipuan toko emas

Atm bedrog

بنك مانديري

otm kaart

Tags for this Thread

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts